PONTIANAK – Semangat membangun bangsa terasa begitu kuat di Hotel Mercure Pontianak, Selasa (10/2/2026). Divisi Humas Polri menggelar Dialog Publik bertema Membangun Kesadaran Kebangsaan Generasi Muda Kalimantan Barat Menuju Indonesia Emas 2045. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah nyata memperkuat nasionalisme generasi muda di tengah derasnya arus digitalisasi global.
Acara strategis ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Harisson, M.Kes., yang mewakili Gubernur Kalbar, serta Brigjen Pol Drs. S. Erlangga selaku Penata Kehumasan Polri Utama Tingkat II Divhumas Polri. Turut hadir para Pejabat Utama Polda Kalbar, Kapolres/ta yang mengikuti secara virtual, tokoh adat, tokoh agama, pimpinan organisasi media, hingga mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Barat.
Dalam sambutan yang dibacakan Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., Kapolda Kalbar Irjen Pol Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa Indonesia sedang berada di fase penting di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto melalui program Asta Cita.
Salah satu poin utama Asta Cita adalah memperkuat ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia, sekaligus membangun sumber daya manusia unggul yang berkarakter kebangsaan. Inilah fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
“Kita ingin generasi muda Kalimantan Barat tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kokoh secara ideologi dan karakter,” tegasnya.
Ancaman Nyata dan Tak Kasat Mata
Kalimantan Barat memiliki posisi geografis strategis karena berbatasan langsung dengan Malaysia. Kondisi ini membuka peluang besar di sektor ekonomi dan perdagangan lintas negara. Namun di sisi lain, ada tantangan serius yang tak bisa diabaikan.
Ancaman itu tidak selalu terlihat. Penyalahgunaan narkoba, kejahatan siber, judi online, penyebaran hoaks, hingga paham radikalisme menjadi ancaman nyata yang mengintai generasi muda.
Kesadaran kebangsaan, menurut Polda Kalbar, bukan sekadar hafalan teks Pancasila. Lebih dari itu, ia harus tercermin dalam perilaku sehari-hari bijak bermedia sosial, tidak mudah terprovokasi, serta menjauhi praktik ilegal yang merusak masa depan.
“Kami mengajak generasi muda untuk lebih waspada. Jangan sampai masa depan yang cerah hancur karena narkoba, judi online, atau terjebak dalam arus informasi palsu,” pesan Kabid Humas.
Menuju Indonesia Emas 2045, Bukan Sekadar Mimpi
Sekda Kalbar dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapan besar agar pada usia 100 tahun kemerdekaan, Indonesia benar-benar menjadi negara maju dan kuat di berbagai bidang.
Indonesia Emas 2045 bukan sekadar slogan. Momentum bonus demografi harus dimanfaatkan dengan baik. Artinya, generasi muda hari ini harus menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, serta memiliki akhlak dan integritas yang kuat.
Bayangkan jika jutaan pemuda Indonesia memiliki kompetensi global namun tetap berpegang pada nilai Pancasila. Itulah kekuatan sesungguhnya bangsa ini.
Peran Strategis Pemuda dan Kerukunan Umat
Dialog publik ini juga menghadirkan tiga narasumber berkompeten. Prof. Ibrahim, M.A. menekankan pentingnya kerukunan umat beragama sebagai pondasi persatuan bangsa. Tanpa harmoni, sulit membangun negara yang kuat.
Sementara itu, Prof. Dr. Chairil Effendy, M.S. menyoroti pentingnya pendidikan karakter dan pelestarian budaya lokal sebagai benteng menghadapi pengaruh negatif globalisasi.
Di sisi lain, Dr. Syarifah Ema Rahmaniah, B.A., M.Ed. mengajak pemuda untuk tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan daerah. Generasi muda harus berani tampil, berkontribusi, dan mengambil peran strategis dalam pembangunan.
Saatnya Generasi Muda Bangkit
Dialog ini menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia berada di tangan generasi muda hari ini. Jika ingin melihat Indonesia menjadi negara maju, kuat, dan disegani dunia pada 2045, maka investasi terbesar adalah pada karakter, integritas, dan wawasan kebangsaan anak-anak muda sekarang.
Jadi, pertanyaannya bukan lagi apakah Indonesia bisa menjadi negara emas. Pertanyaannya, sudahkah kita terutama generasi muda siap mengambil peran?
Karena Indonesia Emas 2045 tidak akan terwujud dengan sendirinya. Ia harus diperjuangkan, dimulai dari kesadaran, keberanian, dan komitmen menjaga persatuan bangsa.
![Dialog Publik Polri di Pontianak Guncang Semangat Generasi Muda Sambut Indonesia Emas 2045 Brigjen Pol Drs. S. Erlangga selaku Penata Kehumasan Polri Utama Tingkat II Divhumas Polri [kiri], Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Harisson, M.Kes.[kanan] - (Foto Humas Polda Kalar)](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiq9b00atjbTaEGE0QVECeoJSJmLiaNWHoG1QHlROzHCEUdU3ldsMiBFmkOTvBrWgjEe2Qpunree0UV_q2N8g1GqcR9mTpduaH640Vo3EqrBfnmf1SUSy061QtRnWFdqem2YoG60Id8xxCKYENsxmQYO_9I1xMtIaD91aQkvlP6bRhbOsLDpcHIk6nI3oID/s16000-rw/dialog-publik-polri-di-pontianak.webp)